Untaian belaian sukma realitas, telah mengulung nyali seorang petarung. Bilakah kesemrautan boneka kosong, saat gulungan kata-kata tak sanggup lagi memiliki makna. Kekosongan menjadi tujuan alternatif.
Realitas ini terasa kosong oleh suara-suara dan tatapan binar misteri kekosongan. Sepertinya ada kelucuan yang memancing hasrat sia-sia dalam sentuhan peristiwa. Kelucuan ini sepertinya memang kekosongan yang mendalam. Betapa tidak ada yang mencoba meraihnya, dan menepikan patahan-patahan dalam percikannya
Kekosongan tak dapat dihiasi oleh batu karang realitas, apalagi rayuan alam yang memelas. Karena itu, mungkinkah ada yang mencoba menggapainya. Sungguh sulit menjelaskan betapa lucunya yang bernama kekosongan. Hampir setiap hyperrealitas mengabaikannya. Padahal ia bersedih dan menanti atas kekosongan yang melanda kosong. Tak ber-tepi dan tak ber-sisi, tak ber-bentuk dan tak ber-beban.
*) Muhammad Syahudin
