-->

Monday, July 10, 2017

Mahalnya Harga Kemederkaan


Tidak banyak negara yang merdeka, dengan perjuangan hebat untuk merebutnya. Indonesia adalah salahsatunya. Sejarah telah mencatat, beberapa negara yang pernah menjajah Indonesia. Pada abad ke 15 M, tepatnya tahun1509 Bangsa Portugis tiba di Malaka. Lalu menguasainya setahun kemudian. Keberhasilannya menguasai Malaka, dilanjutkan ke daerah Madura sampai Ternate. Bangsa Spanyol, tak mau ketinggalan telah melakukan invasi di kepulauan Tidore , Maluku. Persaingan kedua bangsa tersebut menguasai rempah-rempah akhirnya dimenangkan oleh Portugis, dan spanyol menyingkir ke Philipina. Tercatat sampai abad ke 16 M, bangsa portugis menancapkan taringnya hampir di seluruh kawasan Indonesia Timur.

Setelah itu, pada abad ke 16-19, belanda melalui VOC menjajah dan mengeruk hasil bumi Indonesia kurang lebih 350 Tahun, atau 3,5 Abad lamanya. Setelah belanda, Jepang yang masuk Indonesia di tahun 1942-1945. Ikut pula menjarah bangsa Indonesia. Setelah, memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia kembali harus berhadapan dengan imprealis. Kali ini Inggris dengan tentara sekutu, menjadi dalangnya. Puncaknya, tanggal 10 November, meletuslah perang antara pejuang Indonesia melawan sekutu di Surabaya. Dahsyatnya kejadian itu, sehingga 10 November, kemudian di tetapkan menjadi hari pahlawan nasional.

Tak hanya ancaman dari pihak asing. Indonesia yang masih seumur jagung, diperhadapkan dengan ancaman disintegrasi dan perpecahan internal. Nasakom yang dirumuskan bung Karno, nyatanya tidak ampuh untuk menyatukan faksi-faksi di bangsa ini. Beruntung, dengan dirumuskan pancasila dan konsep bhineka tunggal ika. Bangsa ini masih sanggup untuk bertahan menghadapi perpecahan. Tercatat, pemberontakan DI/TII yang ingin menegakkan negara Islam, berhasil diredam. Tahun 60-an, Indonesia kembali di uji mental persatuannya. Kali ini, adalah penghianatan yang di lakukan oleh G 30 S/ PKI. Dengan menciduk para Jendral, dan memutilasinya. Kedok G 30 S/PKI akhirnya terbongkar, dan diberantas.

Indonesia juga pernah berhadapan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Republik Maluku serikat (RMS), hingga Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dan yang terakhir, di awal tahun 20-an, meletus pula kerusuhan Poso, Ambon dan Kalimantan. Kali ini pun, Indonesia berhasil keluar dari kemelut dan membangun kembali masyarakat yang bertikai.

Setelah dijajah ratusan tahun dan menghadapi ancaman perpecahan internal bangsa. Tak dapat dikira, betapa banyaknya nyawa telah melayang. Ratusan, ribuan dan jutaan orang meregang nyawa demi sebuah harga kemederkaan. Sebuah harapan bangsa yang damai dan tentram. Dimana perasaan aman di negeri sendiri ingin diwujudkan. Betapa besar pengorbanan para pendahulu bangsa ini. Mereka adalah pahlawan yang senantiasa terkenang sepanjang masa. Jasa mereka sulit untuk dilukiskan bagi tegaknya negara ini.


Sekarang ini, bangsa kita kembali menghadapi tantangan. Apalagi kalau bukan perpecahan. Munculnya kelompok-kelompok radikal dan intoleran, memuluskan jalan berkembangnya terorisme. Sebuah ancaman baru bagi dunia, termasuk Indonesia. 

*) Muhammad Syahudin

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner