Tidak banyak negara
yang merdeka, dengan perjuangan hebat untuk merebutnya. Indonesia adalah
salahsatunya. Sejarah telah mencatat, beberapa negara yang pernah menjajah
Indonesia. Pada abad ke 15 M, tepatnya tahun1509 Bangsa Portugis tiba di
Malaka. Lalu menguasainya setahun kemudian. Keberhasilannya menguasai Malaka,
dilanjutkan ke daerah Madura sampai Ternate. Bangsa Spanyol, tak mau
ketinggalan telah melakukan invasi di kepulauan Tidore , Maluku. Persaingan
kedua bangsa tersebut menguasai rempah-rempah akhirnya dimenangkan oleh
Portugis, dan spanyol menyingkir ke Philipina. Tercatat sampai abad ke 16 M,
bangsa portugis menancapkan taringnya hampir di seluruh kawasan Indonesia
Timur.
Setelah itu, pada abad
ke 16-19, belanda melalui VOC menjajah dan mengeruk hasil bumi Indonesia kurang
lebih 350 Tahun, atau 3,5 Abad lamanya. Setelah belanda, Jepang yang masuk
Indonesia di tahun 1942-1945. Ikut pula menjarah bangsa Indonesia. Setelah,
memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia
kembali harus berhadapan dengan imprealis. Kali ini Inggris dengan tentara
sekutu, menjadi dalangnya. Puncaknya, tanggal 10 November, meletuslah perang
antara pejuang Indonesia melawan sekutu di Surabaya. Dahsyatnya kejadian itu,
sehingga 10 November, kemudian di tetapkan menjadi hari pahlawan nasional.
Tak hanya ancaman dari
pihak asing. Indonesia yang masih seumur jagung, diperhadapkan dengan ancaman
disintegrasi dan perpecahan internal. Nasakom yang dirumuskan bung Karno,
nyatanya tidak ampuh untuk menyatukan faksi-faksi di bangsa ini. Beruntung,
dengan dirumuskan pancasila dan konsep bhineka tunggal ika. Bangsa ini masih
sanggup untuk bertahan menghadapi perpecahan. Tercatat, pemberontakan DI/TII
yang ingin menegakkan negara Islam, berhasil diredam. Tahun 60-an, Indonesia
kembali di uji mental persatuannya. Kali ini, adalah penghianatan yang di
lakukan oleh G 30 S/ PKI. Dengan menciduk para Jendral, dan memutilasinya.
Kedok G 30 S/PKI akhirnya terbongkar, dan diberantas.
Indonesia juga pernah
berhadapan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Republik Maluku serikat (RMS),
hingga Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dan yang terakhir, di awal tahun 20-an,
meletus pula kerusuhan Poso, Ambon dan Kalimantan. Kali ini pun, Indonesia
berhasil keluar dari kemelut dan membangun kembali masyarakat yang bertikai.
Setelah dijajah ratusan
tahun dan menghadapi ancaman perpecahan internal bangsa. Tak dapat dikira,
betapa banyaknya nyawa telah melayang. Ratusan, ribuan dan jutaan orang meregang
nyawa demi sebuah harga kemederkaan. Sebuah harapan bangsa yang damai dan
tentram. Dimana perasaan aman di negeri sendiri ingin diwujudkan. Betapa besar
pengorbanan para pendahulu bangsa ini. Mereka adalah pahlawan yang senantiasa
terkenang sepanjang masa. Jasa mereka sulit untuk dilukiskan bagi tegaknya
negara ini.
Sekarang ini, bangsa
kita kembali menghadapi tantangan. Apalagi kalau bukan perpecahan. Munculnya
kelompok-kelompok radikal dan intoleran, memuluskan jalan berkembangnya
terorisme. Sebuah ancaman baru bagi dunia, termasuk Indonesia.
*) Muhammad Syahudin
