Saat mendung
berbinar dimata langit
Sebuah
petanda ada yang retak pada awannya
Bumi menanti
dan terus menanti
Sehingga
langit tak kuasa bernyanyi
Ia tumpahkan
butiran rindu
Ia alirkan
seonggok pertanyaan
Ia hempaskan
hatinya pada bumi
Sampai bumi berhenti
menanti
Meski langit
sangsi
Ia terus
membelai bumi
Menyelimuntinya
dengan kesejukan
Meski
matahari tak henti membakar hati bumi
Saat
matahari menaklukkan bumi
Bumi tak
kuasa untuk berlari
Sangat
pengaduan ini didengar langit
Langit tak
kuasa menahan
Perlahan
kelopak awan menjadi mendung
Seketika
gemuruh bersahutan
Saat deraian
hujan berguguran
Hujan adalah
simbol kecintaan langit
Hujan adalah
pengorbanan
Tetap dan
terus berkorban
Walau
manusia membenci
Binatang
risih, dan tumbuhan menyeringai
Ia tetap
hujan
Yang selalu
dirindukan bumi
